MSIG Indonesia Hadirkan Edukasi Pemilahan Sampah bagi Siswa Melalui Kelas Keanekaragaman Hayati 2026

11 Aug 2026
BDFC 1

Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung keberlanjutan, MSIG Indonesia Kembali menghadirkan Kelas Keanekaragaman Hayati 2026 setelah sempat vakum pada tahun sebelumnya. Kegiatan yang mengusung tema Kepedulian untuk Masa Depan ini diselenggarakan di SDN Jampang 01 Bogor pada 15 Juli 2026 dan SDN Karang Tengah 07 Bogor pada 30 Juli 2026. Melalui kegiatan ini, MSIG Indonesia mengajak siswa kelas lima sekolah dasar untuk memahami pentingnya pemilahan sampah sebagai kebiasaan sederhana yang dapat mendukung kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.

BDFC 2

Bekerja sama dengan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) dan Save the Children Indonesia, Kelas Keanekaragaman Hayati 2026 diikuti oleh lebih dari 100 siswa yang terbagi dalam dua sesi di masing masing sekolah. Sebanyak 12 relawan dari karyawan MSIG Indonesia turut mendampingi setiap rangkaian kegiatan sehingga proses belajar berlangsung lebih interaktif. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Presiden Direktur MSIG Indonesia, Bapak Tomosuke Tsuruoka, serta Direktur MSIG Indonesia, Bapak Tatsuro Toda yang turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan program.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Siswa mengikuti setiap sesi dengan semangat, aktif berpartisipasi dalam diskusi, serta terlibat dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk membantu mereka memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui kebiasaan sehari-hari.

Siswa Belajar Memilah Sampah Melalui Berbagai Aktivitas Interaktif

Sebelum kegiatan berlangsung di sekolah, seluruh relawan dari karyawan MSIG Indonesia mengikuti sesi pembekalan yang difasilitasi oleh Save the Children Indonesia dan GNOTA. Pembekalan ini dirancang untuk memastikan seluruh relawan memiliki pemahaman yang selaras sebelum mendampingi siswa selama kegiatan.

Dalam sesi bersama Save the Children Indonesia, relawan mempelajari keterkaitan antara sampah, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati, termasuk pentingnya pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu serta dampaknya terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Sementara itu, GNOTA memberikan pemahaman mengenai profil sekolah dan karakteristik siswa agar para relawan dapat membangun komunikasi yang lebih efektif dan menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta.

Kegiatan di setiap sekolah diawali dengan pemutaran video edukasi mengenai pentingnya memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Melalui materi tersebut, siswa diperkenalkan pada hubungan antara kebiasaan sederhana di rumah dengan upaya menjaga lingkungan.

Sesi berikutnya menghadirkan storytelling bersama Save the Children Indonesia yang mengangkat pembahasan mengenai sampah, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati. Materi disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia peserta sehingga siswa dapat memahami keterkaitan antara pemilahan sampah dan kelestarian lingkungan dengan lebih mudah.

Setelah mendapatkan materi, siswa mengikuti praktik memilah sampah menggunakan media visual dan alat peraga. Dalam sesi ini, mereka belajar mengenali perbedaan sampah organik, anorganik, dan residu, kemudian mempraktikkan cara pemilahannya secara langsung. Aktivitas ini membantu siswa memahami cara menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana belajar semakin aktif melalui kuis dan permainan kelompok yang mengajak siswa berdiskusi serta mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Relawan MSIG Indonesia turut mendampingi setiap kelompok selama kegiatan berlangsung sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh peserta.

BDFC 3

Sebagai bentuk dukungan yang berkelanjutan, MSIG Indonesia juga menyerahkan satu unit alat pressed plastic bottle dan tiga unit tempat sampah terpilah kepada masing masing sekolah. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung penerapan kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam kegiatan sehari hari.

Melalui Kelas Keanekaragaman Hayati 2026, MSIG Indonesia berharap siswa dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari hari dan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini sekaligus mendukung upaya bersama dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Back to top