Tahukah Anda? Ciri-Ciri Karet Wiper yang Sudah Rusak dan Tip untuk Merawatnya

Did You Know? Characteristics of Damaged Wiper Rubber and Maintenance Tips

Wiper adalah alat keselamatan utama yang membantu meningkatkan visibilitas pengemudi saat berkendara di musim hujan. Namun, perlu diketahui, bahwa karet wiper memiliki usia pakai dan hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab, apabila digunakan dalam kondisi yang sudah tak layak, justru akan menyulitkan dan membahayakan pengendara. Berikut adalah ciri-ciri karet wiper yang sudah saatnya untuk dilakukan penggantian:

1. Suara Berisik
Karet wiper yang kondisinya masih bagus tidak akan mengeluarkan suara berdecit. Hal ini karena kondisi karetnya masih lentur sehingga dapat bekerja dengan optimal saat digunakan menyeka lapisan kaca. Jika karet wiper berbunyi kasar atau berisik, hal tersebut menjadi tanda bahwa karet wiper sudah mulai getas dan biasanya menjadi keras karena usia.

2. Kurang Bersih Menyapu Air
Karet wiper dikategorikan sebagai komponen fast moving. Dimana jadwal pergantian komponen tersebut sebaiknya dilakukan setiap enam bulan. Jika komponen wiper yang sudah dalam kondisi rusak digunakan secara terus-menerus, maka akan meningkatkan risiko kaca menjadi rusak, buram, dan muncul banyak goresan.
Karet wiper yang sudah tidak layak dipakai tersebut dapat terlihat pula dari hasil pembersihan kacanya. Apabila masih banyak bekas air yang menempel pada permukaan kaca dan pandangan dari dalam kabin menjadi minim atau kabur, artinya karet wiper sudah waktunya untuk diganti.  

3. Gerakkan Wiper
Saat melakukan pembersihan kaca, wiper bergerak kekanan ataupun kekiri mengikuti arah pergerakan dari rumah karet wiper (link wiper). Jika karet wiper tersebut masih dalam kondisi layak pakai, maka pergerakannya sangat lancar. Namun, apabila kondisi karet wiper sudah tidak layak pakai, pergerakannya akan menjadi tersendat-sendat atau dalam kondisi rusak parah wiper tidak akan bergerak karena ada debu dan kotoran yang menumpuk.

Terdapat tiga tip perawatan dasar agar karet wiper berumur panjang. Tip ini dapat dilakukan secara mudah, hanya memerlukan konsistensi dari pemilik kendaraan, yaitu:

  • Selalu mengangkat wiper saat mobil sedang diparkir di area luar ruangan untuk menjaga kualitas karet wiper. Seperti diketahui bahwa bahan dasar wiper adalah karet, jika dijemur dan sering kepanasan maka karetnya akan mudah menjadi getas dan pecah-pecah.
  • Tidak selalu mengandalkan wiper untuk membersihkan noda berat, seperti tumpukan debu atau kotoran lainnya. Terutama saat kendaraan sudah lama tidak digunakan, dimana biasanya terdapat tumpukan debu di bagian kaca depan. Sebaiknya debu tersebut dibersihkan terlebih dahulu menggunakan sabun dan lap kanebo. 
  • Sangat dianjurkan untuk menggunakan wiper fluid atau cairan pembersih kaca, yang khusus digunakan untuk memperlancar sapuan wiper. Akan tetapi, tidak disarankan menggunakan air keran sebagai wiper fluid, sebab selain berisiko menyumbat nozzle wiper, air keran tidak bisa memberikan pelumasan maksimal untuk membantu pergerakan wiper. Karena air keran juga tidak mengandung sabun, sehingga noda dan debu di kaca mobil tidak akan bisa bersih maksimal. Hal tersebut dapat memperberat atau menghambat kinerja dari wiper dan bahkan bisa mengakibatkan kaca mobil menjadi baret.

Semoga informasi seputar karet wiper pada kendaraan, baik fungsi, ciri-ciri kerusakan, serta tip dalam perawatannya dapat bermanfaat bagi Anda. Jika Anda membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan polis, silakan menghubungi kami di 021 - 2523110 dan kami akan senang untuk membantu Anda.

Artikel lain yang mungkin Anda sukai

Tahukah Anda? - Pertanggungan di Bawah Harga Polis Kendaraan Bermotor

Mengurai kerumitan under-insurance pada polis kendaraan bermotor di MSIG Indonesia.

Tahukah Anda? Hilangnya Hak Ganti Rugi

Pelajari tentang konsep penyitaan hak atas ganti rugi.

Tahukah Anda? Asuransi Tanggung Gugat

Jelajahi dunia asuransi tanggung gugat dan pahami pentingnya.