Tahukah Anda? Eco-Driving Dapat Menghemat Biaya BBM

Did You Know? Eco-Driving Can Save Fuel Costs

Teknik mengemudi aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan atau biasa disebut eco-driving, bisa jadi solusi menghemat bahan bakar kendaraan. Selain itu, eco-driving juga bisa memberikan solusi dan manfaat dari sisi ekonomi, sosial, keamanan, dan lingkungan. 

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama delapan tahun percobaan eco-driving, diketahui rata-rata dapat menghemat 10 – 25% bahan bakar. Fakta ini tentunya amat baik dalam upaya mengurangi polusi yang berasal dari kendaraan. 

Berikut adalah beberapa tip sederhana yang dapat membantu Anda menjadi pengemudi yang lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar:

  1. Kurangi Beban Muatan yang Tidak Perlu. Terutama untuk Anda yang sering memanfaatkan bagasi mobil layaknya gudang. Alhasil berbagai barang diletakkan di sana, meski sudah tidak dibutuhkan. Bahkan yang lebih parah lagi membawa barang melebihi kapasitas, karena semakin berat beban kendaraan Anda, maka kinerja mesin dituntut bekerja lebih keras dan boros bahan bakar. Oleh karena itu, bereskan kabin mobil dari barang-barang yang tidak perlu.
  2. Tidak Berdiam dalam Waktu Lama. Tidak disarankan untuk memanaskan mesin dalam waktu lama, terlebih lagi untuk mobil keluaran terbaru yang mesinnya tidak butuh dipanaskan. Apabila jarum penunjuk suhu mesin mobil bergerak, kendaraan sudah dapat dijalankan. Hindari mesin terlalu lama menyala saat kendaraan dalam posisi diam (idling). Jika mesin mobil menyala lebih dari 10 menit dalam keadaan diam, sebaiknya mesin dimatikan. Hal ini guna menghindari konsumsi energi yang berlebihan dari mesin yang menyala dalam keadaan tidak berjalan/diam.
  3. Buat Rencana Perjalanan. Buka aplikasi peta di ponsel sebelum memulai perjalanan agar bisa terhindar dari kemacetan saat menuju tempat tujuan. Sebab, jika sudah terjebak dalam kemacetan, otomatis mobil akan sering melakukan stop and go. Kondisi seperti ini membuat mobil harus berhenti dan dijalankan kembali sesuai dengan kepadatan lalu lintas. Alhasil, mengakibatkan boros bahan bakar dan tidak sesuai dengan cara berkendara eco-driving.
  4. Mengemudi Santun dan Tidak Ugal-Ugalan. Dapat juga menggunakan teknik hypermiling, yaitu dengan menekan pedal gas dan rem secara perlahan, percepatan dan perlambatan mobil harus dilakukan secara mulus tanpa gerakan tiba-tiba. Batasi pindah gigi di putaran 2.000 – 2.500 RPM agar pemakaian bahan bakar tetap optimal. Perihal kecepatan, idealnya dalam eco-driving adalah di angka 60 sampai 70 km per jam. Selain itu, untuk pengereman juga tidak bisa sembarangan. Pengemudi harus memperhitungkan jarak sekitar tiga detik dari objek di depan dan memanfaatkan engine break agar pengereman menjadi optimal.
  5. Penggunaan Bahan Bakar yang Sesuai. Pastikan juga untuk menggunakan bahan bakar yang tepat untuk menghindari boros bahan bakar hingga kerusakan mesin. Disarankan agar Anda menggunakan bahan bakar tanpa timbal (unleaded fuel). Jenis bahan bakar ini akan meminimalisir polusi dari gas buang kendaraan sehingga menjadi lebih ramah untuk lingkungan sekitar.
  6. Perawatan Kendaraan. Lakukan perawatan kendaraan secara berkala dibengkel resmi untuk menjaga performa mesin agar tetap prima serta menjaga komponen-komponennya tetap berfungsi dengan baik. Melakukan perawatan berkala di bengkel resmi juga dapat menjaga garansi mobil.
  7. Pemilihan Ban Mobil dan Tekanan Anginnya. Pemilihan ban mobil juga merupakan faktor yang penting dalam mendukung teknik eco-driving. Salah satunya adalah dengan cara menggunakan ban bertipe hambatan gulir (rolling resistance) yang rendah. Ban dengan tekanan angin yang kurang juga dapat memperlambat roda berputar sehingga membutuhkan tenaga ke poros roda lebih besar.
  8. Pemakaian AC Harus Tepat. Gunakan suhu AC dalam posisi ideal, bukan dalam maksimal. Suhu ideal ruang kabin sekitar 20 - 23 derajat celcius. Namun, ada aturan jika Anda ingin melakukan teknik eco-driving tadi. Atur kira-kira suhu di dalam kabin sekitar 25 derajat sehingga kerja kompresor tidak terlalu membebani mesin. Jangan gunakan AC dengan suhu paling dingin secara terus menerus (biasanya 18 derajat celcius) karena hal ini akan membuat konsumsi BBM meningkat.
  9. Kurangi Efek Hambatan Aerodinamis. Kendaraan Anda dirancang agar memiliki efek aerodinamis yang baik, tetapi memasang pengangkut besar atau sepeda ke atap akan menambah lebih banyak hambatan angin. Jika memang akan merencanakan bepergian jauh, cobalah untuk mengangkut barang tambahan di dalam kendaraan atau dipasang di bagian belakang kendaraan. Tutup jendela dan sunroof saat kecepatan tinggi untuk menurunkan hambatan angin. Dengan hambatan yang sedikit, maka penghematan bahan bakar akan menjadi lebih baik.
  10. Gunakan Cruise Control. Mengaktifkan cruise control akan mempertahankan kecepatan konstan dan mencegah Anda dari mengemudikan kendaraan lebih cepat. Dengan kecepatan konstan, efisiensi bahan bakar akan lebih baik karena tidak banyak menggunakan bahan bakar tambahan untuk berakselerasi. Cobalah atur cruise control Anda pada kecepatan paling hemat bahan bakar dan disesuaikan dengan batas rambu lalu lintas yang berlaku.

Selain untuk mengoptimalkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas, eco-driving juga dapat mengurangi kontribusi gas CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Semoga informasi di atas berguna untuk menambah pengetahuan tentang eco-driving dan menjadikan Anda lebih waspada dalam berkendara karena keselamatan menjadi hal yang paling utama untuk diperhatikan semua pengendara. 

Jika Anda membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai produk Asuransi MSIG Indonesia, silakan menghubungi kami di 021 - 2523110 dan kami akan senang untuk membantu Anda.

Artikel lain yang mungkin Anda sukai

Tahukah Anda? Oil Sludge atau Lumpur pada Mesin Mobil

Temukan bahaya tersembunyi dari lumpur oli dan dampaknya terhadap performa kendaraan Anda.

Tahukah Anda? - Marine Cargo Pengecualian Polis Pengangkutan (4/4)

Jelajahi seluk-beluk asuransi kargo laut dengan seri 'Tahukah Anda' dari MSIG Indonesia, yang menyoroti Pengecualian Kargo Laut 4/4.

Tahukah Anda? - “Time Excess” Polis Asuransi Gangguan Usaha

Telusuri signifikansi waktu tunggu dalam kebijakan asuransi gangguan usaha.